oleh

Presiden Tegaskan: Aparat Nakal Jangan Lindungi Korupsi dan Penyelundupan!

-Nasional, News-10 Dilihat

JATIM, KULITINTA  — Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya pembenahan aparat penegak hukum dan pemberantasan korupsi.

Hal itu disampaikan Presiden saat meresmikan Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah di Kabupaten Nganjuk, Provinsi Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026).

Prabowo mengatakan lembaga hukum harus dijaga marwah dan integritasnya agar mampu menjadi tempat masyarakat mencari keadilan, terutama bagi kelompok lemah. “Kita harus menjaga marwah lembaga-lembaga hukum,” kata Prabowo.

Menurut dia, pemerintah telah berupaya meningkatkan kesejahteraan hakim guna memperkuat integritas lembaga peradilan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menaikkan gaji hakim, terutama bagi hakim junior. “Hakim yang paling junior saya naikkan hampir 300 persen,” ujarnya.

Prabowo menyebut pengadilan merupakan benteng terakhir rakyat dalam memperoleh keadilan. Karena itu, seluruh aparat negara, mulai dari kejaksaan, kepolisian, hingga TNI diminta melakukan koreksi internal dan membersihkan institusi dari praktik penyelewengan.

Ia mengingatkan aparat tidak terlibat dalam praktik ilegal maupun menjadi pelindung tindak kejahatan seperti penyelundupan dan narkotika. “Jangan justru aparat yang berada di belakang penyelewengan,” katanya.

Dalam pidatonya, Prabowo juga menyoroti masih adanya pejabat yang menyalahgunakan jabatan untuk kepentingan pribadi. Ia mengaku kerap menerima laporan mengenai pejabat yang melakukan penyelewengan meski telah diberi kepercayaan oleh negara. “Saya sedih, orang yang saya beri kehormatan dan jabatan penting justru menyalahgunakan amanah,” ujarnya.

Prabowo menegaskan tidak akan memberikan perlindungan kepada pihak yang terbukti melakukan pelanggaran hukum, termasuk mereka yang memiliki kedekatan politik maupun personal dengannya. “Kalau ada indikasi penyelewengan, teruskan pemeriksaan,” kata Prabowo menegaskan.

Ia juga meminta aparat penegak hukum bekerja profesional dan berpihak kepada rakyat. Menurut dia, aparat negara harus menjadi pelayan masyarakat, bukan alat kepentingan kelompok tertentu.

Pada kesempatan yang sama, Presiden Prabowo kembali menyinggung kasus Marsinah, aktivis buruh yang tewas pada 1993. Ia menilai peristiwa tersebut menjadi pengingat penting agar aparat negara tidak digunakan untuk menekan masyarakat kecil demi kepentingan segelintir pihak. “Semua aparat dari yang tertinggi sampai yang terendah harus bekerja untuk rakyat, bukan menindas rakyat,” ujarnya.

Selain membahas reformasi aparat, Prabowo juga menyoroti kondisi ekonomi global. Ia menyebut Indonesia saat ini berada dalam posisi relatif kuat di tengah tekanan dunia akibat konflik geopolitik dan gangguan rantai pasok energi.

Menurut dia, sejumlah negara mulai meminta pasokan pupuk dan beras dari Indonesia. Pemerintah pun diminta menjaga ketahanan pangan nasional melalui penguatan sektor pertanian.

Prabowo turut mengapresiasi peran Kementerian Pertanian, TNI, dan Polri dalam mendukung program pangan nasional, termasuk pengembangan produksi jagung dan distribusi bantuan pangan.

Dalam bagian lain pidatonya, Prabowo menegaskan dirinya tetap berpegang pada nilai-nilai Pancasila dan konsep negara kekeluargaan sebagaimana dicita-citakan para pendiri bangsa.

Ia mengajak kalangan pengusaha membangun semangat “Indonesia Incorporated”, yakni konsep pembangunan ekonomi yang menempatkan seluruh rakyat sebagai bagian dari pemilik kekayaan bangsa. “Pemerintah harus membela rakyat yang paling miskin dan memastikan keadilan sosial berjalan,” katanya.

Laporan sumber (Info Publik)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *